Thursday, March 23, 2017

Marble Cake Jadul

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, sebentar saya tidak bertemu dengan saudara –saudara saya dan saat bertemu kembali tak terasa si Lia saudara sepupu saya sudah selesai kuliah dan beberapa saudara lain yang dulu masih berlarian bersama, main petak umpet bersama semua sudah pada punya karir dan ada beberapa yang sudah menikah dan memiliki anak. Saya berpikir  waktu seperti hanya membalikkan telapak tangan dan semua kenangan indah berlalu begitu cepat nya.
sambil mengenang nostalgia, yang terbayang adalah saat kami semua berkumpul di rumah Oma dan sambil berebut kue pan, hehehehe nama yang cukup aneh ya... untuk sebuah nama kue, Oma saya selalu membuatkan kami kue pan, zaman itu kami masih kecil-kecil, dan rasa kue pan ini terasa tak tertandingi, menurut kami kue ini kue  paling istimewa yang pernah kami makan ada zaman itu, sebuah kenangan anak kecil yang sampai rela tidak makan nasi dan menunggu kue pan masak dan di potong.

Seingat saya kue itu berlapis-lapis dengan warna putih dan cokelat, seperti kue zebra,dengan aroma butter yang harum... hmmmm nikmat sekali bau susu dan butter bercampur menjadi satu. Dulu Oma hanya punya oven tangkring, tahu kah anda tentang oven tangkring... sebuah oven yang penggunaannya di naikkan di   atas kompor, jadi si oven mendapatkan panas nya dari bara api yang ada di bawahnya, selain Oma mengoven dengan kompor tangkring, oma saya kadangkala membuat kue pan ini langsung di cetak di cetakan kue pan di mana cetakan nya berbentuk bulat dan ada lubang di tengah nya, mirip dengan donat besar... dan cetakan itu langsung di taro di atas kompor dengan api sedang.



Senangnya kami masih bisa punya nostalgia bersama  Oma, kami semua sangat menyayangi Oma... jadi melo dech.... hiks sedihnya... dan kami semua tahu apa yang Oma kami ajarkan adalah "saudara itu tidak boleh bertengkar, apapun kesalahan nya harus bisa saling memaafkan, harus bisa saling memahami. Yang bersalah harus lapang dada untuk meminta maaf"    

sudah ah.. melo nya, cus saya ingin membagikan resep kue pan ya.. siapa tau ada yang punya nostalgia yang sama dengan saya, jadi dak melo lagi... bisa sambil makan kue pan dengan segelas teh hangat dan sambil berdoa buat  orang-orang yang kita sayangi

Kue pan versi Oma kalau sekarang biasanya kita sebut kue marble cake, kue yang blentong-blentong warna nya antara cokelat dan putih, dan biasanya menggunakan bahan yang sederhana dan mudah. Marble cake merupakan kue dengan tipikal padat dengan aroma jadul yang ngangenin, dia beda dengan jenis kue chiffon dan ogura yang jenisnya lembut dan ringan. Marble cake berbeda aliran dengan jenis kue lembut, tetapi untuk urusan gurih dan rasa menurut saya ini kue jadul yang enak, teksturnya lembut,pori cukup halus dan remah minimal, cusss resepnya ya... semoga cucok


MARBLE CAKE JADUL

Bahan:

150gr tepung protein rendah(kunci)
150 gr butter wijsman
2 butir telur utuh
6 kuning telur                                                                                                                                   
50 gr gula pasir
50 gr gula halus
½ sdt garam halus
¼ sdt baking powder
Tambahan: 1 sdt pasta vanili dan ½ sdt pasta cokelat
                                                                                                                                      kocokan mentega 
cara :

1. Mixer mentega + gula halus + garam sampai lembut, mengembang dan putih ringan, sisihkan
2. Di tempat lain kocok telur,gula pasir 50gr sampai mengembang kental dan berjejak kira-kira 10 menit
3. Tuang kocokan telur ke dalam kocokan butter aduk rata dengan mixer kecepatan rendah, tambahkan baking powder dan tepung yang sudah di ayak, aduk ratadengan mixer kembali  dengan kecepatan rendah masukkan pasta vanila aduk rata kembali
4. Ambil beberapa bagian adonan, campur dengan cokelat pasta aduk rata
5. siapkan loyang yang sudah dioles mentega ukuran 22cm, tuang adonan selang- seling bentuk motif berputar dengan sumpit agar terbentuk motif zebra
6. panggang 180 derajat selama 40 menit atau sampai matang, tes dengan metode tusuk, saat adonan di tusuk dan lidi tidak ada adonan yang menempel sama sekali, itu artinya adonan sudah cukup di oven, segera angkat dan balik loyang


SELAMAT MENCOBA 

konsistensi kocokan gula dan telur, harus kental dan berjejak, setelah penambahan mentega dan tepung, adonan juga tetap  kental.


konsistensi adonan saat penambahan pasta cokelat, harus tetap kental

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar